1. SUPIANOR
Ada beberapa Prabakawan bertanya, tentang apa itu Supianor, siapa dia? Sehingga menjadi stiker di gelas toko kami?
Kami tersenyum mendengar pertanyaan itu dan seperti sudah diprediksi mereka akan tertawa setelah tau apa itu Supianor. Lumayanlah, membuat orang tertawa 😄
Supianor itu adalah singkatan dari Susu Kopi Nyaman Bonorrr 😄 [SU.PI.ANOR]. Tidak banyak yang tau, kalau Supianor ini adalah menu "legendaris" di toko kami sebelumnya. Supianor mulai disajikan sejak 2018 lalu. Lah kok sekarang muncul lagi?
Sebenarnya Supianor ini sempat dijual versi botolan ukuran 400 ml. Nah ternyata stikernya itu masih tersisa di rumah. Ya daripada tidak terpakai, kami sempat gunakan juga untuk menghias plastic cup di toko.
Jadilah Supianor ini hadir kembali. Kali ini di Prabayaksa. Apa bedanya dengan kopi susu yang biasa disajikan panas di Prabayaksa? Wah ini beda.
Perbedaannya pada bahan baku susunya. Supianor menggunakan susu UHT dari susu sapi segar. Mengandung vitamin A, B6, B12, kalsium dan fosfor. Susu UHT salah satu brand susu ternama lah. Selain itu, Supianor menggunakan es. Itulah bedanya.
2. Marlimus
Beberapa pekan belakangan, cuaca Banjarmasin cukup terik. Ini juga memengaruhi pembelian yang masuk ke toko kami. Hampir 85 persen menu yang terjual adalah menu dingin/ice.
Bagi yang sudah mengikuti toko kami sejak awal, barangkali sudah gak asing dengan menu kami satu ini: Marlimus. Menu ini belakangan juga ikutan banyak dipesan, setelah menu Supianor.
Baiklah, akan kami ceritakan, bagaimana Marlimus bisa hadir dalam deretan menu toko kami untuk menu non coffee.
Jadi begini, awal buka di Kampung Buku, kami tidak menyediakan non kopi. Semua berubah saat seorang tamu kami, datang mengambil give away dari @kabardaribanjar.
"Silakan mba, ada kopi gratis karena menang give away," ujar kami.
"Ulun ga bisa ngopi," sahutnya.
Mendengar itu kami jadi bingung. Amanah dari pemberi give away dikasih kopi gratis. Lah si mba nya ga bisa ngopi 😄 | pengganti kopi, ya kami serahkan buku kopi buat mbanya.
Dari sanalah, lalu merenung. Wah kasian juga kalau ada yang jauh-jauh, nemenin temannya ngopi misal. Tapi ga bisa ngopi. Maka jadilah kami coba bereksperimen buat menu Marlimus yang sekarang.
Harapannya, yang ga bisa ngopi pun bisa tetap terlayani di toko kami dan mendapatkan experience. Lalu mengajak kakawanannya yang lain, menceritakan tentang Kalsel yang ternyata punya kopi-kopi bagus 👍🏼
Nah di rumah, kami biasa berlangganan Yakult dengan mbak² sales Yakult yang antar ke rumah. Tiap pekan selalu diantar, walaupun, misal, stok Yakult di kulkas masih ada. Walhasil, tak sedikit Yakult yang terbuang begitu saja karena kedaluwarsa.
Waktu itu, saat berkunjung ke sebuah kedai kopi, kami memesan menu mocktail tanpa kopi. Di sana kami melihat mereka menggunakan Yakult dan kami teringat dengan Yakult yang ada di rumah.
Iseng-iseng, kami bawalah Yakult yang ada di rumah ke toko dan bersama Prabaseduh andalan kami @syafiqfhm mencoba meraciknya dengan tambahan es dan syrup markisa. Saat kami suguhkan ke beberapa teman, mereka kok suka. Walhasil, kami lanjutkan saja. Kami beri nama Marlimus alias Markisa Limus (limus dalam bahasa Banjar adalah minuman asem semacam orange).
Harusnya, namanya itu Marya (Markisa YAkult), belakangan kami sadar Marlimus itu gak nyambung sama syrup Markisa. Tapi karena sudah dipasang di menu, ya sudah lah. Namanya tetap Marlimus.
3. Sekotam
Sekotam adalah singkatan dari es kopi hitam. Sekotam hadir dari permintaan beberapa tamu di toko kopi prabayaksa yang menginginkan kopi dingin menggunakan es. Apalagi di cuaca yang cukup terik.
Sebenarnya, menu ini sebelumnya tidak pernah kami sediakan, namun saat ada tamu minta dibuatkan kopi hitam es, kami coba saja buat dan ditambahkan gula aren. Eh, rasanya cocok.
Bahkan bagi yang suka kopi hitam es tanoa gula ala-ala americano pun ternyata masih cocok. Mirip-mirip japanese ice coffee sih, tapi gak juga 😅
4.Supianti
Menu yang satu ini adalah menu turunan dari Supianor (susu kopi nyaman bonor). Supianti mempunyai resep yang berbeda dengan supianor. Supianti memiliki tekstur kopi yang lebih slow atau lebih ringan ketimbang Supianor.
Jadi ceritanya ada salah seorang tamu yang menanyakan, mengapa menu kopi yang ada di Prabayaksa itu terkesan maskulin?
Mengapa tidak ada nama menu es kopi susu yang lebih feminim? Maka, merespon masukan itu, kami buatlah nama menu Supianti dengan resep kopi yang lebih ringan. Harapannya para penikmat kopi susu yang tidak suka dengan kopi yang cenderung tebal bisa menikmati menu yang satu ini meskipun pada perjalanannya menu ini perlu banyak perbaikan lagi dan evaluasi.



